Di benua Melas, di mana ketegangan perang yang akan datang terasa begitu berat, Paus Heziana berjuang untuk membawa perdamaian. Kemudian, sebuah ramalan dari Tuhan Pencipta tiba: benua ini akan segera dilanda api perang. Ramalan itu juga mengungkapkan satu-satunya cara untuk mempertahankan perdamaian… “Maaf…? Apa yang kamu suruh aku lakukan…??” “Cinta datang dalam berbagai bentuk, Heziana. Apakah kamu ingin perdamaian? Maka tidurlah dengan mereka semua.” Dibebani dengan misi yang tak masuk akal untuk “mengajarkan pria tentang kenikmatan”, Heziana bingung namun mulai mempersiapkan diri untuk sebuah konferensi perdamaian besar. Bisakah dia menyelesaikan tugas suci—namun menyesakkan—ini dengan enam perwakilan yang sangat tampan dari setiap negara?