Selama tiga tahun, Ji-hyeok dan So-hee hidup seperti pasangan pajangan, dan akhirnya, mereka memutuskan untuk bercerai. Tetapi kemudian So-hee mengetahui bahwa dia hamil anak Ji-hyeok… Berusaha menyembunyikan kehamilannya, dia tetap melanjutkan perceraian, sementara Ji-hyeok berusaha membatalkannya—menyebabkan keduanya semakin menjauh. Bahkan setelah menyerahkan surat cerai, hubungan mereka tidak berakhir. Secara kebetulan, mereka terus bertemu satu sama lain, dan setiap kali, jantung So-hee berdebar kencang. Apakah karena dia takut anaknya akan diambil? Atau apakah karena—dalam hubungan yang beracun ini—kasih sayang yang tersisa, atau mungkin bahkan cinta-benci, masih ada…?